PIKUNKU MENGGILAAAA

Posted on June 18th, 2008 in DeaR Diary (by Chodhot Gosong) by oddmind

Akhir-akhir ini gue nyadar, selain insomnia, gue punya penyakit lain yang lebih keren, yaitu : Pikun.

Normal-normal aja kali ya kalo gue kena penyakit ini di umur 50an. Tapi pliz duech… i’m 16 years old, dude!
Takutnya ntar gue lupa jalan pulang niiii…huhuhu

REVIEW BUKU BABI NGESOT

Posted on June 7th, 2008 in Books by oddmind

<!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:"Cambria Math";
panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:roman;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}
@font-face
{font-family:Calibri;
panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:swiss;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
.MsoChpDefault
{mso-style-type:export-only;
mso-default-props:yes;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
.MsoPapDefault
{mso-style-type:export-only;
margin-bottom:10.0pt;
line-height:115%;}
@page Section1
{size:595.3pt 841.9pt;
margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;
mso-header-margin:35.4pt;
mso-footer-margin:35.4pt;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>

REVIEW BUKU BABI NGESOT: DATANG TAK DIANTAR PULANG TAK BERKUTANG by
Chodot

BUKU BABI NGESOT TIDAK COCOK UNTUK LANSIA, IBU HAMIL , BALITA, DAN
ANAK-ANAK BERUSIA DIBAWAH 17 TAHUN (SEPERTI EDGAR) YANG BERWAJAH CABUL

 

Warning!!! Jangan dibaca saat mati lampu!!!

 

Yohoho…baca lagi
tulisan tadi. Setelah anda yakin, yak baca terus postingan gue ini.

Yak mulae…

Jeng…jeng…jeng…jeng…

Nggak ada maksud buat memuji atau
minta dikirimin duwit ama si Kambing (boleh donk kalo mau), Radita Dika itu emang penulis komedi yang bener-bener
gag ada warasnya sama sekali.
Radith…janganlah kamu kembali ke
jalan yang benaar!

Cerita-cerita yang dia tulis itu
sebenernya biasa-biasa aja dan most of these terjadi dikehidupan kita.
Hidupnya itu normal, cuma caranya menulisnya yang abnormal itulah yang sekarang
banyak ditiru di blog-blog orang bikin gue salut ama si Kambing…(dan setelah
ini tolong seluruh rakyat Indonesia dari sabang sampe merauke mengumpulkan
jarumnya masing-masing untuk kemudian ditusukan ke kepalanya si Kambing biar
kepalanya nggak gede…hehe). BTW, MBIP sekarang dimana yak? Koq gue nggak
pernah liat dia di Semarang???

Kalo dibandingin sama penulis
MAHESA ARI (Buku PMP: Pren Makan Pren
ama KEN DEDES I’m in Love…),
cerita si Kambing Cabul ini lebih realistis dan nyata karena kejadiannya emang
bener-bener nyata. Kadang-kadang gue penasaran dech, gimana jadinya kalo dia
bikin novel fiksi komedi kaya yang dibikin MAHESA ARI. Hmmm…

Buku-bukunya yang sukses, dengan
didukung wajah yang eksotis nan dramatis dan bau amis makin mengorbitkan
namanya sebagai penulis komedi gokil. Nggak heran, begitu keluar buku barunya
bakal langsung sukses di pasaran, termasuk BABI NGESOT: DATANG TAK DIANTAR
PULANG TAK BERKUTANG.

Gue nggak tahu tuwh apa
motivasinya bikin buku kaya ginian. Apa dia bersekutu ama badan intelegen AS
buat ngancurin masa depan putra-putri Indonesia???hohoho…

Yea…tau ndiri lah efek
sampingnya. Gue nggak mau nyebutin banyak soalnya di blog-blog laen yang
nge-review buku ini juga udah banyak disebutin. Tapi coba dech sebelum lo baca
buku BABI NGESOT ini tolong minta temen lo bwat ngefoto lo sebentar. Dan
bandingin ama foto lo yang dia jepret saat lo lagi asyik baca buku ini foto lo
dia ambil setelah baca buku ini. Bandingin ketiganya…hayooo cakepan mana? Nah
lo…! hahaha… 

Ini sal1_827095655l_1ah satu sampel foto korban
pembaCino_1ca BABI NGE
1SOT…

Tuwh kan mukanya jadi cabul banget…

 

Yoo
i…yang penasaran, beli aja
bukunya RADITYA DIKA, The BABI NGESOT!!! Hohohoho…Maapkan gue, PRIMA…gue
pake poto lo yaaa…hehe

 

Dan inilah poto orang yang masih
kuat imannya setelah ngebaca bukunya radith…Ne gue…hehe

HUNTING FOTO BARENG SENIOR-SENIOR ABNORMAL

Posted on June 7th, 2008 in Fotografi by oddmind

<!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:"Cambria Math";
panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:roman;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}
@font-face
{font-family:Calibri;
panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:swiss;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
.MsoChpDefault
{mso-style-type:export-only;
mso-default-props:yes;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
.MsoPapDefault
{mso-style-type:export-only;
margin-bottom:10.0pt;
line-height:115%;}
@page Section1
{size:595.3pt 841.9pt;
margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;
mso-header-margin:35.4pt;
mso-footer-margin:35.4pt;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>

Huohoho…lega banget abis kelar
ngurusin audisi festival band bareng temen-temen dari Happy Teenagers Crew dan bantuan dari kru-nya 75.
Yeaaa walaupun keberhasilannya masih perlu dipertanyakan, tapi ini patut
dirayakan…!!!hehehe…yeaaa celebrate
it
!

Berhubung lagi pada 1_827095655l
bokek atau
pada nggak tahu mau kemana akhirnya si Oom-oom senior (yang saat itu kebetulan
jadi juri di audisi festival band) yang saya inisialkan A-L-I-F (Ba, Ta, Tsa, Jim, wadooowh malah ngaji!) nawarin buat
hangout ke utan bareng senior-senior yang laen dalam rangka jenguk sodara
kita disana
hunting poto, mumpung si Oom
Alip
lagi bawa kamera SLR. Sumpah! Gue ngiler banget liad tuwh body Oom-oom
Canon SLR-nya! Item, gede, kokoh, iiih napsu banget gue pokoknyaaa…nejong
buuu…uwh uwh uwh…

Konvoi motor bentar tau-tau kita
semua udah sampe lokasi hutan karet bareng senior-senior abnormal yang
ngakunya
ganteng-ganteng ini. Sampe  di
sono yang ada pohon muluuuuuuuuu…. (Yaeyalah namanya aja hutan…!!!)

Sampe sana, insting narsis
masing-masing udah mulai liar. Ada yang sempet-sempetnya bikin poto prewedding bareng ampe bikin poto pra-cerai…(emang ada poto pracerai
segala?)hehe…ada yang cuma foto-foto narsis, gaya Power Rangers, poto olah
TKP kasus-maling-ayam, ato sok-sok niruin gayanya tentara-tentara di film
SAVING PRIVATE RYAN, niru iklan motor, ampe ada juga lho yang bikin formasi
cheerleader seadanya…saat gue ada di posisi atas dalam ati gue tereak:
“HOREE…GUE UDAH PERNAH NGINJEK SENIOR!!!HORE GUE UDAH PERNAH NGINJEK OOM
ALIP! HOHOHO” hahaha…dan gue yakin banget saat itu pula senior-senior yang
gue injek pasti mbatin “ANCRIT!!! JUNIOR-JUNIOR SEKARANG PADA KURANG AJAR
YAAAK!!!”

Abez kelar sesi pemotretan
kita-kita pada cabz ke sungai bentar mau nuntasin napsu narsis lagi. Sebelon
sampe separo jalan kesana senior-senior abnormal ini baru inget kalo ada yang
ketinggalan, yaito GWE!!! Huwaaaaaaaaaaaa… tepatnya gue sebagai Cinderella
ama Ibu Peri (senior abnormal yang namanya disamarkan karena terkait kasus
pencabulan terhadap ayam tetangga…hehehe maap maaas iqbal!) bersama sepasang
makhluk betina dan jantan dari Happy Teenagers Crew yang serta merta menyeret gue
dalam derita menunggu ban bocor ditambal di bengkel oleh bapak-bapak bertampang
mesum.

Tapi namanya juga senior dan
junior abnormal, sambil nunggu ban kelar ditembel ada-ada aja kelakuannya. Yang
ngerasa waras sih pada isi ulang perut di warung deket situ, yang bijaksana
gunain waktu luang buat nebeng nge-charge batere kamera di rumah
bapak-bapak-bertampang-mesum tadi, dan sisanya (Gue, mas Gito, Cino Lembang ama
si Aiu) malah masih asyik bikin poto keluarga di seberang jalan. Aiiiih…

Yeeeaa…the show must go
on…sekitar 15 menit kita-kita pada nongkrong di kali, masih ambil poto
prewedding, narsis-narsis nggak jelas, ama poto pake pose pipis
segala…wadoooowh…inilah bahayanya kalo masa kecil kurang bahagia…hohoho..

Sebelon cinderella-cinderella
cantik ini pada berubah pas maghrib kita-kita pada cabz ke markas utama “75
Squad” buat nranfer poto a1_639628709l
ma ngedit trus dicetak bentar. Dan hasilnya
jeng…jeng…jeng…jeng…inilah poto yang dikasih judul… MENGEJAR OOM-OOM (Photographer :
Artdee; Model: Alif Iskandar, Prima, Aiu, Narulita a.k.a Chodot, ama Resha
Aditya; Editted by Artdee a.k.a cokroaminotong)hehehe sekilas konsepnya malah
kaya di film MENGEJAR MAS-MAS yaaa..ntar laen kale gue mau bikin konsep kaya di
film I LOVE YOU, OOM, NAMAKU DICK
CHODOT, THE TARIX-TAMBANGZ, DRAGONFLY, GET MARRIED, MEREKA BILANG SAYA MONYET,
trus apa lagi yaaa??wekekek…

MARI KITA BINA(SAKAN) CHANNEL INI

Posted on June 7th, 2008 in Television by oddmind

&lt;!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:&quot;Cambria Math&quot;;
panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:roman;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}
@font-face
{font-family:Calibri;
panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:swiss;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:&quot;&quot;;
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
.MsoChpDefault
{mso-style-type:export-only;
mso-default-props:yes;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
.MsoPapDefault
{mso-style-type:export-only;
margin-bottom:10.0pt;
line-height:115%;}
@page Section1
{size:595.3pt 841.9pt;
margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;
mso-header-margin:35.4pt;
mso-footer-margin:35.4pt;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–&gt;

Gue adalah chodot yang telat puber(terbukti: berhenti langganan BOBO pas kelas 2 SMP),
jadi sebagian masa kecil gue abis di depan
tipi.

Waktu kecil gue
menganggap tipi sebagai kotak-ajaib-yang-bisa-muat-orang-banyak
karena banyak orang mencak-mencak sambil tereak, “Waaaa…gue tadi masuk
tipi!!!Liat dech…liat!!!” abis itu gue selalu berpikir: “Apa muat badan segede tabung gas elpiji njeblug kaya gitu masuk tipi
yaaak?Gimana caranya?”
.

Seiring menyusutnya volume otak gue, gue jadi
sadar kalo tipi itu isinya mesin doank. (Yaeyalah
masa Yaiyadong…!!! Mulan aja Jameelah masa Mulan Jameedong?! )
Dan
sekarang gue menganggap tipi itu cuma kotak-yang-nggak-lebih-dari-sekedar-tong-sampah!

***

Flashback—TV was everything i need…gue masih
inget banget, gimana capeknya gue ama kakak gue kejar-kejaran ama nyokap setiap
jam 3 sore, nyuruh kita mandi terus berangkat sekolah madrasah. Masih inget
banget gimana pinternya gue ngeles dari kewajiban gue berangkat sekolah
madrasah demi nonton Karnaval Kartun di RCTI, Doraemon! Gue dulu sebelnya minta
ampun buat sekolah madrasah. Bukan karena ilmunya, tapi gurunya galak-galak dan
gue selalu dapet nilai C pas ada evaluasi baca al-quran…huhuhu…sejak itulah
gue putus harapan dan menomorsatukan DORAEMON!!!

Hari minggu
itu hari favorit gue pas masih TK-SD. Kartun-kartunnya bagus-bagus dan
TE-O-PE-BE-GE-TE. Gue selalu setia bangun pagi buat nongkrongin Klub Disney di
Indosiar, terus pas jam 06.00 pagi gue sampe bingung mau pilih channel mana
soalnya kartunnya banyak banget yang bagus cing! Dan gue masih aja duduk di
depan tipi sampe jam 12.00 siang, sampe acara boxing dimulai.

***

Lambat laun, kartun-kartun
mulae surut, berganti ama sinetron Tersanjung yang gue lupa ampe sequel berapa
(abis banyak banget, dari mulai si Lulu Tobing, Jihan Fahira sampe cucu-cucunya
segala) ama apa tuwh sinetronnya Marshanda yang ada ibu perinya itu lho. Selera
gue pun beralih, dari yang suka lagunya Trio WekWek ganti ke Bryan Adam ama
Blink 182…lho?! jauh banget!

Gue kasihan
lho ama anak-anak kecil jaman sekarang. Dulu tuwh yang namanya milih kartun aja
ampe bingung, sekarang malah nggak ada pilihan sama sekali selaen goyangannya
Dewi Persik (baca: bokep) ama acara gosip ibu-ibu. Dulu yang namanya lagu anak-anak
tuwh bejibun, sekarang anak-anak kecil mah malah udah fasih ama lagunya Ungu,
Mulan Jameela, ampe Kangen Band…Wadooowh…Bahaya…bahaya!!! Mereka udah
nggak punya lagi tontonan yang bermutu buat seumuran mereka.

Saat gue punya
anak nanti, mending gue langganan Tipi Kabel aja daripada Tipi reguler yang
isinya cuma sampah-sampah kayak gitu. Maka dari itu, mulai sekarang, gue udah Stop Nonton Tipi!!!

Dan gue berdoa
semoga channel T*I ama Indo**** dibina(sakan) sama pemerintah karena isinya
udah nggak karuan lagi. Dari sinetron si Ent*ng yang menyesatkan, FTV di Indo****
yang isinya gaib-gaib ama nyanyi India ampe acara Dangd*t M*nia Dadak*n,
****mia, Su**rmama, S***r Soulmate ato apalah yang nyanyi-nyanyi
gitu…Bullshit semuanya!! Tuwh kontes nyanyi, curhat apa lawak sih?? Nyanyi ya
nyanyi, curhat ya curhat, nglawak ya nglawak! Jangan dijadiin satu donk!!! Masa
kontes nyanyi ada acara nangis-nangisnya, terus abiz itu ketawa ngakak lagi.
Kan nggak lucu banget?!

Ayo
Pemerintah, Hear my mind…!!! Hohoho…

Setiap malem
gue selalu cari-cari alasan buat keluar rumah. Gue menilai nongkrong itu lebih
bermanfaat daripada nonton tipi bareng nyokap gue. Tipi di kamar udah gue
keluarin berganti ama laptop yang gue doain semoga nggak pernah dipasangin TV
Tunner sepanjang masa-pakainya karena gue udah jijik banget ama TV (selaen MTV)!

Trans TV jadi
pelarian, tapi sekarang Bioskop Trans TV-nya lagi nggak bagus-bagus makanya gue
mending nonton DVD ato pinjem film ke Rental atau kalo nggak browsing di rumah
dan mentok-mentoknya kalo pulsa abiz ya cabz ke Warnet buat ngilangin “NOPI”
dalam daftar “interest” gue di friendster dan ngehapus semua daftar acara TV
Favorit gue di situs ini. Yeaa…banned
those channel!!! Go to hell
ato kelaut ajeee ama cwe-cwe matre(LHO!?)…

 

CAUTION:

Ini adalah tulisan amatiran yang isinya
hanyalah teriakan dalam pikiran saya…jadi apapun isinya tidak dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Jika
Anda adalah pihak yang ingin menuntut saya, mohon sertakan nomor rekening bank
Anda berserta passwordnya…hehehe…maKASIH
DAAAH
…!!!

GOOD BYE BALI…huhuhu

Posted on June 7th, 2008 in DeaR Diary (by Chodhot Gosong) by oddmind

<!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:"Cambria Math";
panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:roman;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}
@font-face
{font-family:Calibri;
panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:swiss;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph
{mso-style-priority:34;
mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:36.0pt;
mso-add-space:auto;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst
{mso-style-priority:34;
mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-type:export-only;
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:0cm;
margin-left:36.0pt;
margin-bottom:.0001pt;
mso-add-space:auto;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle
{mso-style-priority:34;
mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-type:export-only;
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:0cm;
margin-left:36.0pt;
margin-bottom:.0001pt;
mso-add-space:auto;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast
{mso-style-priority:34;
mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-type:export-only;
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:36.0pt;
mso-add-space:auto;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
.MsoChpDefault
{mso-style-type:export-only;
mso-default-props:yes;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
.MsoPapDefault
{mso-style-type:export-only;
margin-bottom:10.0pt;
line-height:115%;}
@page Section1
{size:595.3pt 841.9pt;
margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;
mso-header-margin:35.4pt;
mso-footer-margin:35.4pt;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
/* List Definitions */
@list l0
{mso-list-id:911038923;
mso-list-type:hybrid;
mso-list-template-ids:-332901332 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;}
@list l0:level1
{mso-level-tab-stop:none;
mso-level-number-position:left;
text-indent:-18.0pt;}
ol
{margin-bottom:0cm;}
ul
{margin-bottom:0cm;}
–>

<!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:"Cambria Math";
panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:roman;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}
@font-face
{font-family:Calibri;
panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:swiss;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph
{mso-style-priority:34;
mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:36.0pt;
mso-add-space:auto;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst
{mso-style-priority:34;
mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-type:export-only;
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:0cm;
margin-left:36.0pt;
margin-bottom:.0001pt;
mso-add-space:auto;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle
{mso-style-priority:34;
mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-type:export-only;
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:0cm;
margin-left:36.0pt;
margin-bottom:.0001pt;
mso-add-space:auto;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast
{mso-style-priority:34;
mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-type:export-only;
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:36.0pt;
mso-add-space:auto;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
.MsoChpDefault
{mso-style-type:export-only;
mso-default-props:yes;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
.MsoPapDefault
{mso-style-type:export-only;
margin-bottom:10.0pt;
line-height:115%;}
@page Section1
{size:595.3pt 841.9pt;
margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;
mso-header-margin:35.4pt;
mso-footer-margin:35.4pt;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
/* List Definitions */
@list l0
{mso-list-id:911038923;
mso-list-type:hybrid;
mso-list-template-ids:-332901332 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;}
@list l0:level1
{mso-level-tab-stop:none;
mso-level-number-position:left;
text-indent:-18.0pt;}
ol
{margin-bottom:0cm;}
ul
{margin-bottom:0cm;}
–>

Ahuw…ahuw…nggak nyadar udah 4
hari ini gue susah banget ngebalikin mood… BAD MOOD BAD MOOD BAD MOOD!!!

Di sekolah gue bentar lagi ada
study tour ke Hongkong Bali.Gue udah niat dari dulu pengen ikut, jadilah
gue bayar DP 10% ama si Ibu Bendahara Pelaksana Study Tour-nya jauh-jauh hari.
Dan 3 minggu sebelum hari H—pas gue mau minta duwit buat bayar ongkos—gue malah
didamprat nyokap abis-abisan. Nyokap tuh ada-adaaa aja, ampe ngasih 1001 alasan
yang nggak masuk akal yang menurut gue overparanoid biar gue nggak ikut ke
Bali(tapi biasanya kata-kata nyokap tuh banyak benernya). Jadilah buat ngebujuk
gue nggak ikut program ini nyokap ngasih kompensasi FRESH MONEY!

Susahnya senyum kaya biasa
kagi… adanya bingung antara 2 pilihan : KE BALI dan FRESH MONEY.

Sebenernya gue nggak terlalu
tertarik ama pilihan yang kedua : FRESH
MONEY
. Please deh…masa momen hepi-hepi dibeli ama duwit segitu doank!!! Tapi
sayangnya i just have only one choise…yang
akhirnya terpaksa gue pilih. Huhuhu sebel gue!!!

Soalnya kalo gue ke Bali, gue
kudu bayar ongkos kesana ama tetekbengeknya pake dwit jajan sendiri!!! Asoy…
T_T Belon lagi gue udah kesana 2 kali pas dulu, jadi itu bisa diketegorikan
sebagai “Pemborosan”.

Lagian misal ikut dapet darimana
gue duwit segitu? Yang ada gue kudu ngepet
tapi siapa yang mau jagain lilin gue?hehehe ^^ yang ada, satu-satunya harapan
adalah jual Hape atau jual si
Kamprett
(Laptop item gue) buat sewa kursi di bus, sewa penginapan, beli
oleh-oleh, makan, minum, boker dan bernapas di Bali. Fucking Shit!!! Gag
mungkin…gue nggak bisa idup tanpa si Hape dan si Kamprett. I Love U, guys!

Tapi, sekarang mendingan gue
nggak ikut ke Bali ah… Hahaha… jadi inget postingan gue yang ini. YANG
TUHAN PILIHKAN ADALAH YANG TERBAIK BUAT KITA. Hahaha…ya jadinya gue
ngompor-ngomporin diri sendiri buat ngebatalin niat kesana dengan alasan-alasan
yang dikasih nyokap sbb:

1. Kemungkinan
Kecelakaan Lalu Lintas

Ya Allah…aku masih doyan nasi, aku belum nikah, dan
belum punya anak. Aku juga belum punya laptop Vaio dan kamera DSLR Canon
Digimark III… Dan yang paling penting : DOSAKU MASIH BANYAK BANGET!!! Jadi,
jangan biarkan aku mati gara-gara kecelakaan di bus sebelum aku bertobat!
Hohohoho…

2. Chodot,
Lo udah ke Bali dua kali…!

Ini suara hati
gue sebelum ngepost tulisan ini : “AH, tapi kan beda ke Bali bareng keluarga
ama bareng temen. Lagian study tour pas SD ama SMP dulu udah gagal. Masa tahun
ini gue nggak ikut juga…? DP-nya ntar angus kan sayang…”

Dan ini suara
hati gue sekarang : “Ah, no problemo… Gue udah punya planning liburan yang
lebih asyik daripada ke Bali bareng temen-temen. Gean yang nggak ikut ke Bali
bukan gue doank…Hehehe DP angus gapapa.” *tampang mupeng*

3. Kemungkinan
adanya Bom Bali III

Walaupun rada
berlebihan tapi…

Ya Allah,
daripada kena Bom Bali, aku mending maen bom-bom car (BumperCar) aja… :P

4. Air Pasang
Kelelep bau tahu rasa gue!

5. Save
The Fresh Money

Walaupun
duwitnya nggak banyak, daripada abis di Bali, mending duwitnya buat SHOPPING
DAY’S OFF aja! Seharian nguber tas laptop, sepatu, beli ini-itu, jajan ato buat
ganti hape! Hehehe

6. Chodot
masih punya planning lain yang lebih asyik.

Nonton ama “xxxxx”,
nganiaya adek-adek bau kencur di acara Out Bond liburan, ama hunting poto kaya
biasanya, nonton, renang, keluyuran seharian, ngedit poto, boker sehari penuh
(ini bukan planning yang asyik—tapi namanya penuh derita), bikin design, dan
fokus ke sponsor pensi!

7. Bikin
foto-foto liburan gokil bareng temen-temen yang nggak ikut program, biar yang
ikut ke Bali pada ngiri abis-abisan!

Huehehe…ayo
Banding! Huaaaa…HUNTING POTO LAGI…POTO POTO POTO POTO… ^^

8. BALi
isn’t everything for me

Yang
digembor-gemborkan orang tentang Bali itu salah besar… Bali itu kaya
pulau-pulau lain… Pantai Kuta aja biasa banget lho…Airnya sama-sama asin,
sama-sama basah kalo kena baju…YAEYALAH!!! Yang jelas, Bali sekarang udah
nggak sebagus yang dulu gue pernah kunjungin.

9. Ngirit
tenaga

PROXY BWAT FRIENDSTER MOBILE

Posted on June 7th, 2008 in Web/Tech by oddmind

<!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:"Cambria Math";
panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:roman;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}
@font-face
{font-family:Calibri;
panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:swiss;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-language:EN-US;}
a:link, span.MsoHyperlink
{mso-style-priority:99;
color:blue;
text-decoration:underline;
text-underline:single;}
a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed
{mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
color:purple;
mso-themecolor:followedhyperlink;
text-decoration:underline;
text-underline:single;}
p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph
{mso-style-priority:34;
mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:36.0pt;
mso-add-space:auto;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-language:EN-US;}
p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst
{mso-style-priority:34;
mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-type:export-only;
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:0cm;
margin-left:36.0pt;
margin-bottom:.0001pt;
mso-add-space:auto;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-language:EN-US;}
p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle
{mso-style-priority:34;
mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-type:export-only;
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:0cm;
margin-left:36.0pt;
margin-bottom:.0001pt;
mso-add-space:auto;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-language:EN-US;}
p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast
{mso-style-priority:34;
mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-type:export-only;
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:36.0pt;
mso-add-space:auto;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-language:EN-US;}
.MsoChpDefault
{mso-style-type:export-only;
mso-default-props:yes;
font-size:10.0pt;
mso-ansi-font-size:10.0pt;
mso-bidi-font-size:10.0pt;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-hansi-font-family:Calibri;}
@page Section1
{size:609.55pt 33.0cm;
margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;
mso-header-margin:35.45pt;
mso-footer-margin:35.45pt;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
/* List Definitions */
@list l0
{mso-list-id:1354067747;
mso-list-type:hybrid;
mso-list-template-ids:-1081197248 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;}
@list l0:level1
{mso-level-tab-stop:none;
mso-level-number-position:left;
text-indent:-18.0pt;}
ol
{margin-bottom:0cm;}
ul
{margin-bottom:0cm;}
–>

Gue udah dapet cara jitu buat
kalian-kalian yang tersesat ke FRIENDSTER
MOBILE
. Layanan baru ini bikin kita pengen njilatin silit kuda sembelit
aja! It makes us annoyed, doncha? Simak
tips-tips berikut biar nggak nyasar lagi yah!

Huuahaahaa hidup fwoxy.com dan server-server
proxy laen yang udah bantu gue mbobol friendster mobile! Juga thanks yang uda
ngasih info (MoF Megga) lewat
bulletinnya tentang situs laknat yang sangat membantu ini! Thanks a lot…

Akhir ini gue sering misuh-misuh
di bulletin fs dan di forum-forum gara-gara kalo buka friendster.com selalu aja
nyasar ke mobile sitenya. Ampe-ampe gue kata-katain OP-nya pake skill bahasa
inggris gue yang kelewat pas-pasan lewat feedback ke friendster mobile
langsung. Walaupun udah dapet e-mail balesan dari customer servisnya
Friendster, gue belum puas!

Sebenernya ini inovasi layanan
baru yang disediain ama pihak friendster dengan niatan mempermudah akses bwat
pengguna hape. Tapi, namanya aja barang baru, belon komplit dan fitur-fiturnya
kelewat minim sangat. Pokoknya maksa banget! Pas-pasan! Emang sih jadi bisa
ngirit bandwith, tapi kan kalo nggak bisa ngepost comment, approve comment,
ngedit fs, etc kan sama aja kayak njilat silit kuda sembelit!!! (kadang ada
link bwat VIEW DESKTOP VERSIONnya, tapi sekarang udah susah aksesnya gag kaya
dulu). Yang ada cuma bisa kirim-kiriman message ama liat profile orang (advance
profile kaya about me, ama testimonialnya ngilang). Dan yang bikin gue tambah
muring-muring adalah : MAK GUE NYETEL DANGDUT SABAN MALEM PADAHAL BESOK LUSA
GUE UDAH UJIAN SEMESTERAN!!!

Tapi, sekarang gue ngga perlu
uring-uringan lagi karena napsu bejatku buat buka fs kaya biasanya udah
terlampiaskan! Hohohoho *tampang najong* I
LoPh iu prenter
!!! Ditambah lagi sekarang gue udah nemu tempat dimana gue
nggak bakal ngedenger suara-suara lebay para penyanyi dangdut di TPI. Yaitu di
lantai atas yang buat njemur cucian. Wkekeke… Indahnya liat bintang sambil
menganiaya si kamprett (laptop gue) yang agy nyanyiin What’s My Age Again-nya Lounge
Againts The Macine Band
(Lounge Version dari lagunya Blink-182).
OOOwh..tapi gelaaaaaaaaaaaap… T__T (enak buat pacaran bagi yang punya hehe).

Malem ini gue nggak sengaja
buka-bukain bulletin fs yang nggak pernah gue baca-baca lagi. Busyet…bulletin
yang gue baca banyak banget dan rata-rata isinya spamming semua, dari yang
nebeng tempat buat curhat, ngata-ngatain friendster mobile (termasuk gue), atau
sekedar ngasi kalo lagi online. Dan satu diantara ngasih info tentang fwoxy.com.

 

Niie cara pakeknya

1.   Ketik alamat www.fwoxy.com
di adress bar yang ada di Opmin hape lo.

2. Lo geser ke paling bawah ampe ada tabel yang
dibawahnya ada tulisan START SURFING.

3. Isi alamat www.friendster.com
(atau situs-situs keblokir lainnya) di tabel tadi.

4. Saatnya ngutek-ngutek settingan. Di bawahnya, ada
setting sebanyak 9 box, apa yaaaa gue lupa-lupa inget. Pokoknya uncheck aja
checkbox setting 1, 2 ama 3 terus check sisanya. (setting no 3 yang “Show
Pictures and Images” boleh di uncheck ataupun dicheck. Tergantung selera. Tapi,
kalo yang pengen ngirit pulsa ya di uncheck aja bwat ngirit bandwith. Hehehe :P

5. Kalo udah gitu, mangga…START SURFING dan salurkan
napsu bejat kalian untuk posting-posting komen, ngeblog, de el el

6. Kalo cara ini nggak berhasil, coba berdoa, terus boker
bentar, baru ke setting di Opmin lo-lo pada terus clear cookies lo. Hohoho…
ini bakal menghapus semua user ID dan password yang lo save di Opmin.

7. Ulangi lagi cara di atas sambil komat-kamit-kemut-kemut
ampe kempot.

8. Nah kalo lo udah terlanjur putus asa gara-gara cara
tadi nggak bisa kepakek, ikutin cara gue ini: ambil roti sandwich ato roti
tawar atau hotdog atau burger lah, pokoke yang penting roti. Ambil selada,
tomat, ama ketimun dan salad laen yang lo suka, yang penting jangan rumput laut
aja, soalnya nggak nyambung :P. Ambil hape lo dan taroh di tengahnya terus
siram ama mustard, mayonaisse ama saus tomat dan sambel sesuka lo dan terakhir
tutup sandwich lo…

 

tadaaaaaaaaaaaaaa…
ayo kita kasih judul menu ini dengan “Sandwich Hape Titit Tuit” dan ntar blog
gue harus diganti namanya jadi “Masak Bareng Chodot Gosong”. Hehehe

 

That’s
all… keep in touch guys!!!

BERKARYA DALAM KETERBATASAN

Posted on June 7th, 2008 in Fotografi by oddmind

&lt;!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:&quot;Cambria Math&quot;;
panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:roman;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}
@font-face
{font-family:Calibri;
panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:swiss;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:&quot;&quot;;
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph
{mso-style-priority:34;
mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:36.0pt;
mso-add-space:auto;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst
{mso-style-priority:34;
mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-type:export-only;
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:0cm;
margin-left:36.0pt;
margin-bottom:.0001pt;
mso-add-space:auto;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle
{mso-style-priority:34;
mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-type:export-only;
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:0cm;
margin-left:36.0pt;
margin-bottom:.0001pt;
mso-add-space:auto;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast
{mso-style-priority:34;
mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-type:export-only;
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:36.0pt;
mso-add-space:auto;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
.MsoChpDefault
{mso-style-type:export-only;
mso-default-props:yes;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
.MsoPapDefault
{mso-style-type:export-only;
margin-bottom:10.0pt;
line-height:115%;}
@page Section1
{size:609.55pt 33.0cm;
margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;
mso-header-margin:35.45pt;
mso-footer-margin:35.45pt;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
/* List Definitions */
@list l0
{mso-list-id:102458005;
mso-list-type:hybrid;
mso-list-template-ids:-718345708 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;}
@list l0:level1
{mso-level-tab-stop:none;
mso-level-number-position:left;
text-indent:-18.0pt;}
ol
{margin-bottom:0cm;}
ul
{margin-bottom:0cm;}
–&gt;

Iiih…Judulnya
kayaknya maksa banget yak…seakan-akan yang nulis (gue) lagi dalam keadaan
kepepet banget gitu. Nelangsa…Tsah…Wkkwkk… ^^ :P

Berkarya dalam keterbatasan. Pasti orang
mikir gue adalah penulis atau pelukis yang kehidupan seninya dalam keadaan
terancam karena bokek menahun ato apa gitu. Hahaha mending yang punya pikiran
kayak gitu jangan mikir yang aneh-aneh lagi.

Disini gue
akan bicara soal fotografi amatiran.
Gue cuma mau ngasih tips-tips buat kalian yang pengen bikin foto yang
kualitasnya lumayan dari perangkat yang minimal alias mepet sangadh.
Wkekek…Di sini kita berhemat aja, nggak usah bicarain DSLR Canon Digimark
III, soal lensa, reflektor ato flashlight optional yang harganya sebanding ama
seekor motor Ninja. T_T Kita yang level amatiran aja kali yaaaaa…Bisa sensi
gue denger nama Canon Digimark III huwaaaaaaaaaaaaaaaaa….hiks..hiks…hancur hatiku…mahal banget lo, man!

Stuff minimal yang
wajib kita punya dan tahapan buat ngasilin foto adalah:

1. Kamera

Kamera
nggak perlu yang mahal-mahal, yang
penting bisa dipake. Boro-boro ngarep DSLR, camdig gue aja dah rusak sejak lama
dan ampe sekarang belom ada gantinya. HUHUHU….Yang penting jangan pake camera
dari camcorder alias handycam.
Soalnya kualitasnya jelek
banget, cing! Secara camcorder kan buat ngrekam video gitu… Mendingan lo pake kamera hape aja (dianjurkan yang merk Sony Ericsson soalnya lebih jernih dan
lebih enak buat diedit), minimal yang 1,3 MP (sebagai contoh gue pake Sony Ericsson K510i) sukur-sukur lebih
gede resolusinya biar kalo dicetak nggak pecah. Dan kalo bisa pake hape yang
punya memory eksternal gede kalo lo narsisnya tingkat tinggi! Yang pegang DSLR
ato Camdig bisa bernapas lega neh! T_T

Yaaak…langsung
hunting poto aja! Hunting poto nggak usah jauh-jauh, nggak perlu ngabisin
bensin, dibelakang kelas juga oke lho buat poto-poto!

Cari angle yang unik atau pose-pose yang “menantang”
(dibaca: unik, jangan niru stylenya majalah playboy!). Buat referensi, lo bisa
langganan majalah fotografi (Snap! Magz atau apalah…) atau minimal cari
tutorial gratisan lewat internet danrajin-rajin nongkrong di deviantart.com ^^
atau googling juga sangat dianjurkan.

Tapi ingat, dalam fotografi be yourself aja biar
kesannya lebih natural
. Hukeeeh??

Dan
berhubung di sini kita pake hape, mending bidik objek jangan terlalu jauh,
soalnya ntar detailnya nggak kelihatan dan ingat
untuk nyeting hape ke resolusi paling maksimal
. Bidik objek sesuai frame yang
lo pengenin dalam keadaan lighting yang memungkinkan. Karena kita ceritanya
nggak pake flash ama reflektor, manfaatin sun-light (hoi! Cahaya matahari lho! bukan
merek sabun cuci piring!) yang ada ato lampu-lampu di sekitar lokasi. Yang
pengen pake reflektor boong-boongan bisa pake cermin atau kain putih (kafan sangat dianjurkan!
Hahaha).

2. Objek (Model)

Hahaha…yang
ini nggak boleh ketinggalan dunk…Masa poto-poto nggak ada objeknya…jangan
gila dunk…

Objek
bisa berupa pemandangan, binatang atau manusia. Dalam pembahasan kali ini gue
mau bahas yang manusia aja, soalnya kalo bicaraain pemandangan, hape kita nggak
nyampe cing! Yang ada ntar hasilnya maksa banget gitu.

Yang
namanya dalam keadaan terbatas, pake model yang gratisan aja… Diri sendiri boleh
(buat yang narsisnya kelewatan) atau temen-temen (gebetan perlu tuwh! :D).

Yang
penting orangnya nurut buat pose-pose ama yang fotogenik (fotogenit juga
boleh). Buat yang nggak nurut atau bahkan malu dipoto, kita pake cara candid (diem-diem) aja dengan jarah yang cukup—nggak terlalu jauh. Strateginya
pura-pura maen game gitu, padahal sebenernya moto. Hehehe (based on true
story…halah!)

3. Kompie atau laptop

Yang
satu ini nggak boleh ketinggalan! Kompie boleh, laptop lebih asyik. Fungsinya
buat media transfer dan ngedit poto. Minimal
nie laptop ato kompie bisa njalanin Photoshop
uda lumayan lah! Kalo buat
yang suka hunting foto dan mobilitasnya gede (dibaca: suka kelayapan,
jarang dirumah) mending bawa laptop. :D Tapi dalam rangka keadaan minimal ya
pake kompie aja udah cukup…kasi daaah!

4. Photoshop dan Plug-in(s)-nya

Karena
kita lagi bicarain soal segala sesuatu yang minimal, kita butuh sesuatu yang bisa ngoptimalin hasil poto kita. Paling
dasar, kita kudu memperbaiki tonal poto dan skin tune-nya. Retouch itu perlu
biar kekurangan-kekurangan dari hasil poto kita bisa diminimalisir, bukan biar
bikin orang di foto jadi lebih keliatan cakepan, itu namanya manipulasi bro!
Jangan ngarep yang perfect, pokoknya udah jadi yang enak dipandang aja harusnya
udah sukur.

Kalo
lo males ngedit, lo pake aja plug-in yang bisa didownload dari internet.
Misalnya pake “Optik Verve Labs Virtual Photographer”. Disitu udah ada template
yang bisa bikin foto lo keliatan glamour, still style, sephia, dll pilih aja
yang sesuai ama gaya lo. Tapi yang mau lebih advanced, lo bisa ngedit manual
dan itu butuh waktu berjam-jam.

Dan
jangan lupa, karena kita pake hape, noise yang kita hasilin itu biasanya banyak
banget dan kadang-kadang hasilnya malah pecah. MAKDARIT a.k.a MAKa DARi Itu,
kita butuh bantuan plug-in Noiseware (contoh: Imagenomic Noiseware
proffesional).

Ingat,
retouch bukan berarti harus manipulasi poto lho! Ngedit yang jujur-jujur aja
yaaaa…

5. Alat Cetak

Bisa
nyetak sendiri, bawa ke percetakan atau ke lab poto di deket rumah lo. Nyetak
sendiri emang lebih ngirit. Tapi, kalo kualitas printer lo minim mending jangan
aja.

6. Hasil Akhir

Tadaaaaaaaaaaaaaa…potoKete
udah jadi!!! Tinggal pajang di kamar atau dikasih liat temen. Dengerin kritik
dan saran temen tuwh, kali aja bisa ngebantu! Yang penting banyak sharing aja
ama senior-senior fotografi dan sering-sering aja hunting poto bareng mereka.

 

BTW, thanks buat
bang Oot a.k.a Cokroaminotong adan bang Aliph Iskandar, ama 75 Squad yang uda
bagi ilmu ama ngajakin kita hunting poto bareng. Huwaaa pengen DSLR-nya bang
Aliiiiph… T___T,

 

Yea….seginilah tips dari sesama
amatiran. Buat yang mau nDsc00055gasih kritik saran bisa komen disini. ^_^

PS: bukan mentang-mentang bicara
soal fotografi gue mau jadi fotografer. Ogah ah! Abis jadi fotografer gag enak!
Nggak pernah kefoto gitu…. T___T jadi model lebih asyik tuwh keknya! Hwakakak
*tampang ngarep!*

Contoh foto tadi gue ambil pake hape Sony Ericsson K510i dan diedit pake software Adobe Photoshop CS 3.0. Ini foto aslinya…

 

PENSI HAPPY TEENAGERS

Posted on May 12th, 2008 in DeaR Diary (by Chodhot Gosong) by oddmind

Yahhooo…akhirnya gue gabung juga sama Tim Kreatif buat event pensi di skul gue…Terharunyaaaaaa…padahal baru ikut rapat sekaliiii lho…hohoho…di rapat itu tumben aja pikiran gue lagi banyak-banyak ide jadi gue usulin semuanya dari konsep dasar sampe nama event-nya…Ayoo…kibarkan bendera setengah tiang atas keberhasilan gue masuk tim ini! (Lho??)

Yups…meskipun udah gabung, job jatah gue masih belum jelas di kepala. Ada pertanyaan segede biji jagung nyangkut di udel: Di sini gue kerja apaaan???

Gue masih belum ngeh masuk bagian apa trus gue disuruh apa? Jangan-jangan gue jadi OB disini? Disuruh beli gorengan, push up 10x kalo telat rapat, atau disuruh ngangkat-ngangkat batu…?? Emang gue kuli apaaa? Yuck!

Gue sendiri masih bingung apa motivasi gue masuk tim ini. Hmm…Yaaa pokoknya have fun daah gituu.. Pokoknya yang penting bisa keluar dari gerbang rumah, bisa maen-maen, bisa ngumpul ma temen-temen ampe malem, truss nambah pengalaman (yang ini kayaknya cuma alasan klise yang super culun duank dech… :P).

Yaaah…sampae saat ini job gue masih belum jelas. Akhirnya daripada jadi orang-yang-Cuma-ngabisin-jatah-konsumsi-di-rapat, gue nyoba-nyoba cari peran sendiri dengan ngedit layout proposal, bikin design cover, layout dan tetekbengek laennya. Here it goes…

Ini logo pensi kita…

Ini dia dsign cover project proposal yang gue bikin pake software Photoshop…

Neeh…isi proposalnya…

Setelah jadi setengah, gue nyoba kasih liat ke temen-temen Tim Kreatif. Alhamdulillah gue dapet respon positip dari mereka walopun beberapa masih pada ngritik tapi cukup buat bilang alhadulillah daah. Ini dia respon-responnya…

“Eh, dot lumayan…” (makasih daaaaaaah…)

“Bagus koq…” (yak baguz…BTW rekening bang lo berapa?? Lho!!!)
“Eh dot, tumben lo waras! Bwakakak…” (Komentar yang tidak berguna…Setan lo…hehehe)

“Uhmm…terlalu rame deh…terlalu nggak berkonsep, kurang bla bla bla…” (ooowh…no…)

“Konsep Dsign-nya kuq malah kaya clubbing gituwh ya bla bla bla…?” (owh…yess…owh..no…)

"Huuwfh…koq konsep dsign ama konsep awal pensi lo beda sih? Ini sih bukan Teenagers malah underground gitu dech…coba dibikin lebih ceria lagi…"

Yaaa…gapapa wez…kan ini namanya kritik dan saran yang membangun…Makasih buat temen-temen Tim Kreatif…Love u all…mmuach…muach…hiak dash cuuuh breeet hueex…

Saat gue nyelesain design awalnya, gue jadi pengen buat dsignnya secara keseluruhan. Intinya gue obsesi pengen bikin media publikasi kaya poster, spanduk, pamflet, kaos crew, ID Card ama pin-nya.

Jadilah begini ceritanya…liburan pas ntu gue lagi ada acara liburan keluar kota ke Rumah dinasnya (dibaca: Rumdin) bokap. Itung-itung nyari suasana baru ama cowok baru geto…nggak tauuunyaaa…dapet job buat nyelesain dsign publikasi. Yaaak…saat konsep awal udah dapet, dengan tidak senonohnya Tim Kreatif ngasih deadline yang sangat tidak BERPERIKECHODOTAN. Tadinya udah ikhlas malah dikasih deadline…Ooooouwooo…uwooo…liburan apa kerja lembur neeh??

Akhirnya…proposal dan jadi juga design dan segala tetekbengeknya bisa kelar dengan selamat setelah nangis-nangis darah seember, setelah mencret-mencret berhari-hari, dan setelah ingus gue keluar dari mulut…Kenapa sampe sedramatis itu? Gini ceritanya…Saat itu, gue uda slese ngedit keseluruhan. Dan dengan gebleknya saat si MSWord nanya : “DO YOU WANT TO SAVE THE CHANGE TO bla…bla…bla..?” gue klik NO! Yaaaaak…itulah kegeblekan gue! Dan saat gue nggak berhasil nyari file recovery-nya gue langsung mingser-mingser nggak ketulungan.

Yaaak…jalan lagi! Di tengah jalan gue mikir buat masukin dana anggaran buat dsign publikasi. Dan enaknya, gue adalah dsigner graphics publikasi tunggal di tim ini. Jadi, seberapapun cost-nya bakalan gue ndiri yang ngantongin. Gue konfirmasi ama ketua tim walaupun awalnya rada nggak enak gitu. “Eh, Bro, gimana kalo kita ngasih anggaran buat dsign grafis?”

“Ehm…yo gapapa..tapi jangan banyak-banyak ya boss…lo ndiri aja yang nentuin…”

“Sip…”

Selanjutnya gue cari-cari bahan pertimbangan ke proposal-proposal event lain. Rata-rata mereka ngasih cost buat design sekitar satu jutaan bwat dsign yang super sederhananya minta ampun. Justru bisa dibilang sederhana sepi sekali…Cuma ada warna merah dan tulisan warna putih di tiap designnya. Dan bayangin aja dsign (tiap design bwat enam item—poster, spanduk, pamflet, kaos crew, ID Card, dan Pin) kaya gitu dapet satu juta cing!!

Enaknya gue tulis berapa ya di anggaran…Awalnya gue tulis 500ribu, tapi si Pak Ketuanya melotot. “Oiii jangan banyak-banyak…Waiyaaa” ( Huh, terus berapa neeeeh?)

Akhirnya gue kosongin aja bagian anggaran design dan otomatis gue jadi designer gratisan booo…Kasih daaaaaaaaaah…ikhlas…ikhlas…huhuhu (Tapi rejeki nggak kemana cing! Abiz ntu gue dapet job bwat bikinin design orang).

Yaaak…setelah kelar semuanya, nggak kerasa liburan udah selese…dan gue pulang ke Haribaan Tuhan eeeh salah…pulang kerumah lagi maksudnya…heheh…Dan ternyata layout media publikasi ama beberapa materinya ada yang salah dan Tim Kreatip minta dsigna diedit sekali lagi. Dan ooooooooooooh nooo…file PSD-nya ketinggalan di laptop di Rumdin Bokap gue!!! Tuuuh kaan…

Yawez…lanjut…ini dia artwork yang udah gue selesain bwat pensi ntar…Check it out…Eia jangan lupa ngasih respons ama komen di blog ini…Pliizz yaaa…Thx

SELEB JUGA MANUSIA KALEEE (AURA SELEB VS GENGSI GEDE-GEDEAN)

Posted on May 12th, 2008 in DeaR Diary (by Chodhot Gosong) by oddmind

Hmmm…kadang-kadang gue berpikir aura seleb itu nggak ngaruh sama sekali ama gue. Bukannya sombong atau udah terbiasa lihat artis-artis kelas nasional, tapi dari kecil gue emang bisa dibilang “autis” ama orang-orang baru. Atau jangan-jangan gue punya aura seleb??? oOOh…Yaaa Allah…kenapa harus begini??? Apa dosaaakuuu….hehehe

Yups…berawal dari kecil, seleb yang gue temuin pertama kali—dalam keadaan sadar—adalah Johny Iskandar! Yeah…most of you pasti pada nggak kenal ama oom-oom yang satu ini. Tapi coba dech, tanya ortu, preman di pasar senen atau satpam di ujung gang, pasti mereka semua langsung familiar denger nama ini. Jeng…jeng…jeng dia adalah seorang penyanyi dangdut idola nyokap pas jaman gue masih SD. Oooooh…

Pas itu gue (yang masih SD) ama bokap lagi nganterin nyokap beli beras di pasar Dargo. Tiba-tiba nyokap histeris liat oom-oom kumisan dengan rambut menjuntai kesana-kemari plus kacamata emas berantai keluar dari mobil Feroza. Hal pertama dalam pikiran gue : “Iiiih…paaaak…ibuk koq seleranya kayak gitu yaaaa?”

       “Paaak..itu paaak liat ada Johny Iskandaaaar…Kesana yuuuk…ibuk mau poto-poto salamaaan…!” kata nyokap gue dengan mupengnya.

“Ih…ibuk norak deeh…nggak usah ah..malu-maluin doank…” dan gue tentu aja sependapat ama bokap. “Iyaaa buuuk…malu-maluin…”

Wadduuuh kayaknya gue ngomongnya ngaco ampe kemana-mana deech…yawdaaah…Back To Topic…

Malem ini, tepatnya Hari Selasa (saat ntu baru tanggal 23 April) jam 19.32 setelah dapet tiket The Tarix Jabrix gue lagi ngemil snack yang barusan gue borong sama kakak gue di lorong deket kamar mandi di 21 berhubung sofa di Lobby udah sesek.

Tiba-tiba ada cowok yang nyapa orang laen. “Oii bro, gimana? Film gue bagus ngga?Haha..”

“Yooooiii brooo, filmnya kereeeen…bagus…!”

Gue perasaan familiar banget ama suara, tampang, and style-na ne cowok…Celana skinny jeans item rapeeet, jaket kulit junkies, sneaker jadul monyong, idung gede kembang-kempis, ama potongan rambut jadul…itu lho…aduuh…itu lho…yang nyanyi…”PECHUUUUUUN…PECHUUUUUUN…” eh maap…”RACUUUUN…RACUNNN…” Racuuun…racuuun…buuu…raacuuun tikus…dijamin manjur, sekali minum langsung koid,tidak bau, tidak lengket dan langsung kering..serebu tiga..serebu tigak!!! Hehe..(nie lagi nyanyi, promosi racun tikus apa jualan deodoran yak??)

WOW! Vocalisnya The Changcuters!!!

Nongol lagi orang lain yang rambutnya keriting acak-acakan dari dalam pintu ruang ganti. Heh, itu kan personilnya The Changcuters juga…Nih mau ada sesi promosi gitu yaaa?
“Eh Dot, do you see a guy who talk with a girl in front of us?” tiba-tiba kakak gue buka pembicaraan pake ba-ing biar nggak ada yang bisa mudeng. Kita emang uda kebiasaan kalo lagi di tempat umum pengen ngomong yang private musti pake ba-ing walopun masih belepotan tata bahasanya.

“Yeeea..So?” jawab gue dengan muka lowbatt.

“I think that his face seems like the vocalis of The Changcuters…don’t you think so?” kali ini nadanya lumayan histeris.

“He is The Changcuters…”

“Hmm…nope..it’s impossible…If he is really celebritis, why don’t we see any bodygurads here???”

“Hhuuuh…He is! You are…I-D-I-O-T!!!” bales gue sewot.
“I will believe in you if I’ve seen two guys with bob-cutted hair who is the member of them.”

“Whatever you say…I’m telling you! He is The Changcut…Do you see a guy behind the door?”

“Yeaaa.”

“He is one of them too…”

Oom-oom yang dari tadi ada di depan pintu tiba-tiba nyamperin gue. “Dek…tau nggak yang maen film The Tarix Jabrix?”

“Tauk oom…Emang Napa…The Changcuters kan??”

“Iya…tuh orangnya…”
“Yeee oom…udah tau dari tadi kaleee….”

“Ooowh…”

Gue mudeng maksud oom itu. Pasti sebelumnya dia mikir kalo gue itu cewek culun yang ngga tahu siapa The Changcuters. Hallloooooooooooooowh…hareee geneee??

Harusnya gue jawab si Oom-oom itu, “Halllowwh…heree genee nggak kenal The Changcuters?? Kemana aja looowh?”

Dan kalo si Oom-oom itu nanya sekali lagi, “Lha adek tau mereka dari mana?”

Gue bakal jawab dengan polosnya kayak di iklan-iklan internet gratis di tipi-tipi…”ih Paak guruu…Kan Ada internet??!”

Dan kalo aja si oom-oom nanya lagi kayak ini, “Dek, internet bisa cari tompel saya yang ilang??” gue bakal samplak dia ampe Cianjur! Ke laut aja nhowh oom!!!

Huwfh…Gue ama kakak gue merasa di lecehkan dan direndahkan disini? Kenapa juga liad seleb harus heboh kaya cewek-cewek yang laen?? Seleb juga manusia gitu loooh…Apanya yang bedaaa???Hohoho…awas yaa kalo gue ketemu ama si oom-oom ntu. Gue bakal gue minta foto ama tandatanganya terus gue kirimin bisul lewat ilmu santet tingkat tinggi gue. Hohoho…Anak baek jangan niruuu yaaa…

Tadinya gue kirain mau ada acara nonton bareng di dalem Teater gitu, tapi ternyata nggak. Naaah pas gue keluar dari Teater pas filmnya udah kelar, kakak gue heboh nggak ketulungan… “Eh Dot…itu lho…!!! Itu…Choki ama Chikoooo…Personilnya The Changcuters yang rambutnya model bob-cut!!!”

“Naah…udah percaya??” tanya gue.

“Hu uwfh…”

Mereka baru aja keluar ruangan and tiba-tiba udah dicegat ama cewek-cewek centil yang minta foto bareng. Gue mah ngga niat poto-poto tapi sebenernya pengeeen…Sayangnya gengsi gue lebih gede dari napsu gue buat poto-poto ama seleb, jadi ya gue ngeloyor aja…

Kadang gue bingung deh, apa gue ngga normal ya? Apa gue autis??

Makhluk Malam Bernama Chodot

Posted on May 12th, 2008 in DeaR Diary (by Chodhot Gosong) by oddmind

Nama itu—secara psikologi—berpengaruh ama kepribadian orang.

Ck..ck…ck…Sejak pake nick Chodot buat ep-es, morange, mxit, bing, YM, dll gue, secara nggak sadar gue jadi kayak chodot (anak kampret, kelelawar, kalong, etc) beneran. Awalnya gue nggak percaya kalo nama ntu berpengaruh ama kepribadian orang, tapi sekarang mulai rada percaya. Percayalaaah sodara-sodara…tatap mata sayaaaa!!! Tatap mata sayaaaa….!!!

Ehm..ehm..maaf sodara-sodara, akhir-akhir ini gue jadi sering kelepasan…hehehe…

Beberapa sifat dan kebiasaan chodot pun banyak yang ada di gue…beneran!!! nie yaa misalnyaa…sering tidur siang, begadangnya nggak ketulungan (ampe jam 12 bahkan kadang ampe jam 1 atau jam 2 malem!!!sumpiiih daaah. Naah kalo uda begitu gue sering ngantuk terus ketiduran di kelas), suka makan buah, sering keluar malem, terus baik hati dan tidak sombong…halah…ngaco!!! Bukan…bukan itu yang gue maksud…

Cuma ada satu yang nggak bisa gue lakuin kaya chodot…yaitu…bubuk dengan posisi terbalik! Hohoho…yaeyalaaahh…Batman yang kelelawar aja nggak bisaaa apalage gue yang cuma manusia setengah chodot…?

Yaaak…kadang gue mikir deeh…ngapain juga gue pake nick chodot? Banyak orang yang nanya kenapa gue suka ama nama chodot… ChpdAkhirnya saat gue udah menemukan arti dari filosofi dari chodot yang gue cari sendiri berdasarkan hasil penelitian selama 20 tahun!!! 20 tahun!!! Yaaak…kelepasan lagi…maap sodara-sodara…hehehe…

Beginilah filosofi chodot menurut versi gue:

1.         Chodot itu…imuuuut….

2.         Chodot itu…mukanya luchuu…

3.         Kecil-kecil ngegemesin…uuuuwfh…

4.         Namanya unik…

5.         Suka rame-rame kalo hang-out…kaya chodot pas keluar rame-rame dari goa…

6.         Limited Edition…

7.         Langsung mati kalo keplindes ban mobil (yaeyalah!)

8.         Temennya banyaaak…

9.         Kalo tidur nggak bisa diganggu gugat!

10.      Suka menyendiri atau kadang anti sosial ama yang laen (pada saat tertentu).

Hohoho…I can not sleep…I can not dream tonight…(Blink 182 – I miss You)

Next Page »